Cari dan tambahkan kode berikut tepat dibawahnya: Baca selengkapnya Pharmaciaaa Pharmaciaaa

Rabu, 02 Maret 2011

peran dan kompetensi apoteker


Dewasa ini industri farmasi di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang cukup pesat dengan pasar yang terus berkembang. Industri farmasi sebagai produsen memproduksi sediaan farmasi menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan sediaan farmasi yang bermutu, aman, berkhasiat dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Produksi adalah seluruh kegiatan dalam pembuatan sediaan farmasi  mulai dari penerimaan bahan baku, dilanjutkan dengan pengolahan, pengemasan, penandaan dan penandaan ulang sampai menghasilkan produk jadi. Dalam proses produksi tersebut diperlukan sumber daya yang meliputi 5 M yaitu man, material, methode, machine and money. Man atau personalia merupakan bagian yang paling penting dalam menjalankan proses produksi, salah satunya adalah apoteker.

peran dan kompetensi apoteker


Dewasa ini industri farmasi di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang cukup pesat dengan pasar yang terus berkembang. Industri farmasi sebagai produsen memproduksi sediaan farmasi menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan sediaan farmasi yang bermutu, aman, berkhasiat dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Produksi adalah seluruh kegiatan dalam pembuatan sediaan farmasi  mulai dari penerimaan bahan baku, dilanjutkan dengan pengolahan, pengemasan, penandaan dan penandaan ulang sampai menghasilkan produk jadi. Dalam proses produksi tersebut diperlukan sumber daya yang meliputi 5 M yaitu man, material, methode, machine and money. Man atau personalia merupakan bagian yang paling penting dalam menjalankan proses produksi, salah satunya adalah apoteker. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 51 Tahun 2009 pasal 1 ayat 5 menyatakan bahwa apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Dalam pasal 9 ayat 1 menyatakan bahwa Industri farmasi harus memiliki tiga orang Apoteker sebagai penanggung jawab masing-masing pada bidang pemastian mutu, produksi dan pengawasan mutu setiap produksi sediaan farmasi.
Apoteker pemastian mutu bertanggung jawab dalam memastikan bahwa tiap sediaan farmasi yang dibuat senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaan dan sesuai harapan konsumen. Apoteker pengawasan mutu bertanggung jawab dalam memastikan bahwa pengujian yang diperlukan dan telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Apoteker bagian produksi bertanggung jawab dalam proses produksi sesuai dengan cara pembuatan produk yang baik (Good Manufacturing Practice) yang meliputi CPOB, CPKB, CPOTB agar dihasilkan produk yang bermutu serta memenuhi ketentuan izin pembuatan dan izin edar (registrasi). Dalam tugas kapita selekta ini, akan dibahas lebih dalam mengenai kualifikasi dan kompetensi apoteker sebagai penanggung jawab produksi.
Kualifikasi adalah segala sesuatu persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang apoteker agar dapat bekerja secara profesional di bidangnya. Secara umum kualifikasi yang dimiliki oleh seorang apoteker di industri diantaranya memiliki Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) dan Surat Ijin Kerja (SIK),  menguasai ilmu/ teknologi farmasi serta ilmu/ teknologi terkait tugasnya, mampu menerapkan CPOB/CPKB/CPOTB, jujur dan loyal, mampu menyelesaikan persoalan yang timbul serta mengikuti pelatihan-pelatihan untuk memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi.
Kompetensi adalah kemampuan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional terhadap pekerjaan kefarmasian yang dilakukan. Kompetensi secara umum harus memiliki pengetahuan (knowledgeable), keahlian/keterampilan (skills) dan sikap perilaku (attitude) dalam melaksanakan seluruh proses kegiatan pelaksanaan pekerjaan kefarmasian sesuai dengan standar yang diberlakukan.
Apoteker harus dapat membangun mutu produk sesuai dengan kriteria efficacy, safety dan quality. Apoteker dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, pengalaman praktis serta terlatih dalam menangani permasalahan-permasalahan yang muncul di dalam industri farmasi

Rabu, 23 Februari 2011

Tipe Pola Kepemimpinan di Industri Farmasi


Kepemimpinan merupakan suatu kualitas penting yang harus dimiki oleh seorang apoteker dalam menjalankan tugasnya di dalam industri farmasi.. Kepemimpinan itu adalah bagaimana Anda mendapatkan tim bersedia untuk mengikuti rencana Anda.
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki beberapa sifat berikut ini :
1.      Keinginan yang kuat untuk melebihi orang lain (memiliki semangat belajar yang tinggi)
2.      Tanggung jawab yang tinggi
3.      Mau bekerja keras
4.      Pandai bergaul
5.      Bisa memberi contoh yang baik
6.      Memiliki kehandalan yang tinggi sehingga menjadi panutan dalam kelompok yang dipimpinnya.
Tanda-tanda pemimpin yang efektif, antara lain adalah :
1.      Minat yang tinggi terhadap pekerjaan, perusahaan dan pergaulan yang baik dengan rekan kerja
2.      Sikap kelompok terhadap pemimpin, mau bekerja sama atau bukan justru menjadi pengacau
3.      Memiliki keahlian dalam bidang pekerjaan dan berusaha untuk meningkatkan diri
4.      Disiplin diri yang kokoh
Menurut Kurt Lewin,  pola kepemimpinan dapat dibedakan menjadi :
1.           Autocratic or authorization leader
Pada pola kepemimpinan ini semua kekuatan pengambilan keputusan terpusat pada pemimpinnya sebagai dengan para pemimpin diktator. Mereka tidak menerima saran atau inisiatif dari bawahan. Manajemen otokratis telah berhasil karena menyediakan motivasi kuat untuk manajer. Ini memungkinkan pengambilan keputusan cepat, karena hanya satu orang memutuskan untuk seluruh kelompok dan membuat setiap keputusan untuk dirinya sendiri sampai dia merasa dibutuhkan untuk dibagikan dengan anggota kelompok lainnya. Namun, hasil keputusan yang diambil oleh pimpinan yang diktator dapat membahayakan perusahaan apabila hasil keputusan itu tidak dipelajari secara seksama oleh pimpinan tersebut.
2.    Participative or democratic leaders
      Pada pola kepemimpinan demokratis ini, pengambilan keputusan dilakukan oleh tim, misalnya seorang pemimpin memberikan instruksi setelah berkonsultasi dengan anggota timnya. Hubungan antara pemimpin dan anggota tim dapat membangun kerjasama diantara mereka dan termotivasi secara efektif dan positif. Keputusan pimpinan demokrasi tidak sepihak seperti autocratic, karena hasil keputusan itu muncul dari konsultasi dan partisipasi sesama anggota tim. Namun, pengambilan keputusan ini berlangsung lambat karena perlu ada diskusi lebih lanjut antara pimpinan dan anggota tim.
3.    Laissez-Faire or Free Rein Leaders
Pemberian kebebasan penuh kepada karyawan dalam mengambil keputusan. Misalnya mereka diberi kebebasan dalam menentukan kebijakan mereka sendiri dan metodenya. Hal ini dapat mempercepat pengambilan keputusan karena tidak perlu menunggu persetujuan dari pimpinan. Namun, bila terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan, maka  hasil keputusan yang telah diambil oleh bawahannya tersebut tetap menjadi tanggung jawab pimpinan.

Cara alternatif mengobati maag

sibuknya aktivitas yg dilakukan kerap kali menyebabkan pola makan kita tidak teratur bahkan kita lupa untuk makan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit maag atau tukak lambung.
bila anda adalah orang yg menderita penyakit ini ada cara tradisional yang cukup ampuh untuk membantu memperingan sakit maag anda. bila anda adalah orang-orang yang takut minum obat atau tidak suka minum obat mungkin dengan cara tradisional ini dapat membantu.
cara membuatnya adalah
bahan:
1. kunyit secukupnya
2.1 butir kuning telur ayam kampung
3. madu

cara pembuatan:
pertama parut kunyit secukupnya lalu ambil sarinya, setelah itu masukkan kuning telur ayam kampung tambahkan madu sesuai selera. kocok campuran tadi hingga merata.
minumlah 1x sehari cara tradisional ini cukup efektif untuk menetralkan asam lambung yang tinggi dan memberikan efek yang cepat