Cari dan tambahkan kode berikut tepat dibawahnya: Pharmaciaaa: Tipe Pola Kepemimpinan di Industri Farmasi

Rabu, 23 Februari 2011

Tipe Pola Kepemimpinan di Industri Farmasi


Kepemimpinan merupakan suatu kualitas penting yang harus dimiki oleh seorang apoteker dalam menjalankan tugasnya di dalam industri farmasi.. Kepemimpinan itu adalah bagaimana Anda mendapatkan tim bersedia untuk mengikuti rencana Anda.
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki beberapa sifat berikut ini :
1.      Keinginan yang kuat untuk melebihi orang lain (memiliki semangat belajar yang tinggi)
2.      Tanggung jawab yang tinggi
3.      Mau bekerja keras
4.      Pandai bergaul
5.      Bisa memberi contoh yang baik
6.      Memiliki kehandalan yang tinggi sehingga menjadi panutan dalam kelompok yang dipimpinnya.
Tanda-tanda pemimpin yang efektif, antara lain adalah :
1.      Minat yang tinggi terhadap pekerjaan, perusahaan dan pergaulan yang baik dengan rekan kerja
2.      Sikap kelompok terhadap pemimpin, mau bekerja sama atau bukan justru menjadi pengacau
3.      Memiliki keahlian dalam bidang pekerjaan dan berusaha untuk meningkatkan diri
4.      Disiplin diri yang kokoh
Menurut Kurt Lewin,  pola kepemimpinan dapat dibedakan menjadi :
1.           Autocratic or authorization leader
Pada pola kepemimpinan ini semua kekuatan pengambilan keputusan terpusat pada pemimpinnya sebagai dengan para pemimpin diktator. Mereka tidak menerima saran atau inisiatif dari bawahan. Manajemen otokratis telah berhasil karena menyediakan motivasi kuat untuk manajer. Ini memungkinkan pengambilan keputusan cepat, karena hanya satu orang memutuskan untuk seluruh kelompok dan membuat setiap keputusan untuk dirinya sendiri sampai dia merasa dibutuhkan untuk dibagikan dengan anggota kelompok lainnya. Namun, hasil keputusan yang diambil oleh pimpinan yang diktator dapat membahayakan perusahaan apabila hasil keputusan itu tidak dipelajari secara seksama oleh pimpinan tersebut.
2.    Participative or democratic leaders
      Pada pola kepemimpinan demokratis ini, pengambilan keputusan dilakukan oleh tim, misalnya seorang pemimpin memberikan instruksi setelah berkonsultasi dengan anggota timnya. Hubungan antara pemimpin dan anggota tim dapat membangun kerjasama diantara mereka dan termotivasi secara efektif dan positif. Keputusan pimpinan demokrasi tidak sepihak seperti autocratic, karena hasil keputusan itu muncul dari konsultasi dan partisipasi sesama anggota tim. Namun, pengambilan keputusan ini berlangsung lambat karena perlu ada diskusi lebih lanjut antara pimpinan dan anggota tim.
3.    Laissez-Faire or Free Rein Leaders
Pemberian kebebasan penuh kepada karyawan dalam mengambil keputusan. Misalnya mereka diberi kebebasan dalam menentukan kebijakan mereka sendiri dan metodenya. Hal ini dapat mempercepat pengambilan keputusan karena tidak perlu menunggu persetujuan dari pimpinan. Namun, bila terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan, maka  hasil keputusan yang telah diambil oleh bawahannya tersebut tetap menjadi tanggung jawab pimpinan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar